Feature

pulpen1-reaching-hand

Pulpen: Menggapaimu

PULPEN (PUisi Lanjut cerPEN) adalah puisi yang baitnya dijadiin cerpen. dari nama aja uda ketauan plis deh. PULPEN muncul dari ide ide para jomblowan dan jomblowati (ngga semua deng) yang ngebet masuk FSRD suatu Institut yang ada di Bandung itu tuh. jombloers ini gaboet seperti biasa. ga ada yang diapelin. ga ada yang ngapelin (ngga semua deng). jadilah PULPEN. *)

Kemarin aku ingat lagi (Safina)
Tentang kita yang tak mungkin (Nadnaf)
Walau semua tak harus dipungkiri (Stella)
Bahwa aku masih ingin hadirmu disini (Luthfi)
Kutapaki jejakmu ditelan sepi (Frida)
Saat aku bilang ‘ya’, dan kamu teriak ‘tidak’ (Kia)

WALAU SEMUA TAK HARUS DIPUNGKIRI, malam ini aku harus mengaku. Mengaku tentang perasaan yang kuragukan selama tahunan, hanya untuk melihatnya tumbuh meliar memakanku hidup-hidup. Aku tak hidup untuk diangkatmu tinggi-tinggi lalu dihempas kembali tanpa arti; tapi aku berada dalam sisa luluh lantak bernama penyesalan tentang yang tidak pernah dilakukan.

Dan jika pengakuan ini tidak merubah apa pun, biarkan hatiku terubah untuk memaafkan waktu yang terlambat dan kenyataan yang tidak mungkin.

Continue reading

birthdaywallet_5

Kado Kedua Untuk Tujuh Belas

Jadi ceritanya, tanggal 22 April kemaren si @aisyhMhrs ulang tahun. Kalau merhatiin, Aisyah ini adalah satu dari dua orang yang sering gue mention di Twitter. Iya, temen gue segitu doang. Dia adalah seseorang yang bakal bela-belain dari malem-malem Ciputat ke Jakarta Pusat cuma demi jenguk gue sakit, naik motor dari Depok buat bikin kejutan buat gue, sekaligus yang paling mukanya mirip sama gue.

Kemaren gue juga udah nyeplokin telor di rumahnya (dan beresin bekasnya). Sebagai pembuat gue merasa kalo kado ini idenya jenius, bro. Jarang jarang nih gue memuji diri sendiri…

Continue reading

IMG_3877

Diarrhea, 17, and The Chronicles of Flowery Patterns

[Disclaimer: this post is written in English, contains rare ingredients (photos of me), imperfect balance (I haven’t learned English for awhile) and some substances potentially causing headache (me reflects my year-long doings). You have been warned.]

So, where did I go? Why don’t someone who loves momentum like me blog like crazy about her turning a year older by talking about the non-existent life lessons? Why the hell you did not see me fighting for my 100th post to meet my birth date? Why hello, I’m just done eating everything for my seventeenth birthday and got diarrhea as the karma. A huge, disgusting diarrhea.

Continue reading