thought

Konsistensi Sebuah Abstraksi

why-can't-iKalau memang aku tak bisa jadi kamu, kenapa aku tidak bisa jadi aku?

Usaha untuk menunjukkan diri terbentur dengan konstruksi bernama norma dan konsep abstrak yang dipercaya oleh akal manusia. Jika bagi orang lain kepatuhan dianggap sebegitu pentingnya, apakah seseorang yang tidak percaya juga salah ketika ia tidak patuh?

Lalu, persisnya, kenapa berbuat salah itu salah?

hard-work-wont-betray

Ditolak

Hampir dua bulan yang lalu setengah juta siswa dibuat galau (sekaligus sensitif dan rajin ibadah) perihal kelanjutan hidupnya. Hidup enggan, mati pun kok masih pengen kepo sama pacarnya gebetan (uhuk). Tangan sudah siap mengganti status dari pelajar ke mahasiswa; pengennya sih perguruan yang warna almamaternya kuning atau biru tua. Yang persiapan masuknya dilakukan sejak setahun sebelum, diharapkan orangtua, dan punya presentase masuk satu banding (minimal) sepuluh orang.

Minggu-minggu lalu hidup rasanya bergantung antara huruf-huruf yang menyusun kata ‘lulus’ dan ‘gagal’. Gue bisa yakin dengan hal ini, karena waktu tidur mimpi cuma ada dua macam: senang keterima dan sedih karena ditolak. Mirip-mirip digantungin gitu pokoknya. Bedanya ini perkara harga diri, cyin.

Continue reading

jakarta-hujan

Bonus Hujan Hari Ini

Udara hari ini punya dua pilihan: kalo air dari langit ini enggak lagi tumpah ruah kaya dari ember, pasti suasananya lagi mendung. Hawanya sangat mendukung buat si pujangga yang habis patah hati, lagi patah hati, atau sudah mendapatkan feeling akan segera patah hati.

Enaknya sih duduk sambil minum teh, main hujan-hujanan, atau mungkin enggak usah ngapa-ngapain sekalian. Mana yang belom ngetwit tentang suhu kota Jakarta hari ini?

Continue reading